banner 468x60

Mengenal Arsip Film Sinematek Indonesia

2370 views
banner 160x600
banner 468x60

si

MediaCintaFilmIndonesia : Sinematek Indonesia, atau Sinematek  adalah arsip film yang ada di Indonesiayang berlokasi di Gd Usmar Ismail Jakarta. Lembaga ini berada diibawah naungan Yayasan Usmar Ismail, yang didirikan tahun 1975 oleh (Alm ) H Misbach Yusa Biran dan Asrul Sani , Sinematek merupakan sebuah tempat pengarsipan film pertama di Asia Tenggara.  Sinematek menyimpan kurang lebih sekitar 2.700 koleksi film-film Indonesia, dan sejumlah karya referensi dan ada pula beberapa film asing.

Sinematek telah melakukan upaya penyelamatan dokumen film dalam bentuk  restorasi film karya Usmar Ismail , "Lewat Djam Malam" yang di produksi tahun 1954, dimana film tersebut warnanya sudah kabur, pendanaan dan pelaksanaannya dilakukan oleh lembaga asing, dan juga di tahun ini melakukan Restorasi untuk film " Tiga Dara" Karya Usmar Ismail pula.

Kondisi Sinematek se-akan merana, terutama paska berhentinya ( Alm) Misbach Yusa Biran dari jabatan Kepala Sinematek. Hingga kini, koleksi film maupun skenario Indonesia di lembaga pengarsipan film tersebut tak gencar bertambah.

Saat ini Sinematek telah mengoleksi sekitar 2.700 film yang diproduksi sejak tahun 1934 hingga 2015 serta  lebih dari 15 ribu dokumentasi tentang film (kliping berita, poster, skenario, buku, peraturan perfilman, dan peralatan lawas produksi film).   Baru kemudian saat kepala Sinematek, di pimpin oleh  Adisurya Abdy, sejak tahun 2012 sampai sekarang ini aktifitas mulai berjalan, kerjasama dengan berbagai Instansi baik pemerintah dengan swasta berjalan dalam upaya mensosialisasikan Sinemataik serta meng-upayakan perbaikan cara dan managemen pengarsipan dokumen film, Poster dan Skenario yang sebenarnya.

Dalam masa kepemimpinan Misbach Yusa Biran, Adisurya tak menampik tentang sangat berperannya  Misbach Yusa Biran dalam memaksimalkan kerja Sinematek untuk mengarsip film-film Indonesia. Adisurya Ia juga menyadari bahwa sulit untuk menemui orang-orang yang memiliki rasa cinta terhadap film, semangat serta keahlian, kemampuan  seperti halnya Misbach, kesadaran dan kebersamaan yang dimiliki oleh insan film yang mempunyai kepedulian terhadap arsip film sebagai kekayaan bangsanya sangatlah dibutuhkan.

Bagi pemilik karya film, keberadaan Sinematek amat sangat diperlukan, karena karya film yang tidak di-dokumentasikan akan tidak dikenal masyarakat, negara juga  kehilangan heritage karya film anak bangsa, papar Adisurya Abdi, minimnya kesadaran para pembuat film untuk menyimpan hasil karyanya dalam hal pengarsipan di Sinematek juga menjadi salah satu penyebab tidak bertambahnya jumlah koleksi Sinematek. Film-film yang ter-dokumentasi dalam pengarsipan di Sinematek inilah nantinya yang akan berbicara mengenai kita di masa mendatang. Ia akan berbicara mengenai budaya dan identitas Indonesia, kepada generasi yang akan datang ;ujar Adisurya Abdi yang merupakan sutradara dan produser dari perusahaan Asabelina Film yang di dirikan bersama mantan istrinya Meriam Bellina. aktor senior ini sudah 2 (dua) periode menjabat menjadi  Kepala Sinematek Indonesia  dan Ketua pengarah Usmar Ismail Award 2016 . (bs)

Tiga Dara (1956)-1

Email Autoresponder indonesia
author