banner 468x60

Film Lagi-Lagi Ateng, Lucu Bikin Haru.

178 views
banner 160x600
banner 468x60

ekkyfoto-llatg

Jakarta,07/01/2019.Film genre humor bukan sekedar film yang menceritakan adegan lucu atau cerita komedi dagelan. Film yang menguras air mata bukan cuma ada di film drama, semacam RATAPAN ANAK TIRI. Keduanya genre itu bisa digabungkan menjadi kemasan film yang ciamik buat semua golongan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, keluarga maupun lansia, itulah target penonton yang disasar dari film LAGI LAGI ATENG yang akan diputar serentak di bioksop, mulai tanggal 10 Januari 2019.

Sungguh, saat saya mengikuti konferensi pers film LAGI LAGI ATENG dan melihat trailer yang ditayangkan maupun dipublish di youtube pun, belum membayangkan kaya apa lucunya film ini, apakah seperti “Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1” dalam waktu 22 hari bisa meraih 6,8 juta penonton atau nasibnya kaya Benyamin Biang Kerok yang diperankan Reza Rahadian, yang ceritanya maksa dilucu-lucuin, hanya mampu menyedot penonton sebanyak 731.780.

Film “LAGI-LAGI ATENG” ditulis dan disutradarai Monty Tiwa (Get M4rried -2013, Aku, Kau & KUA -2014. Sabtu Bersama Bapak - 2016), mengingatkan sineas Nya Abbas Akup yang juga menulis skenario dan menyutradarai film bergenre komedi pada jamannya, banyak film yang sudah dihasilkan diantaranya; Bing Slamet Koboi Cengeng (1974), Ateng Minta Kawin (197), Cintaku di Rumah Susun (1987), ia lihai membuat cerita yang menyegarkan, gaya bertutur film komedi bukan komedi konyol slapstick, beradegan wajah mimik dan gestur tubuh lucu, seperti lawakan Srimulat atau Warkop DKI, yang menampilkan cerita lucu atau komedi plesetan yang bikin ketawa terpingkal-pingkal.

Sutradara Monty Tiwa menggarap LAGI-LAGI ATENG diluar ekspektasi, saya pikir film drama komedi ini biasa-biasa saja, tetapi begitu 10 menit awal mulai senyum, tertawa, ngakak, terpingkal sampai mengeluarkan air mata. Secara bersamaan air mata haru tak bisa dibendung lagi, cengeng, masa anak lelaki nagis? Biarin. Nggak terasa selembar tisu yang saya pegang, tidak cukup untuk menyeka lelehan air mata. Bagaimana perasaan Ateng (Augie Fantinus) yang tidak pernah kenal ibunya, tiba-tiba ada di hadapannya, dia memeluk seperti anak kecil, ketika ibunya ingin pergi, Ateng merajuk, duduk di lantai, adegan itu persis seperti film ATENG MINTA KAWIN (1974) garapan Nya Abbas Akup.

Begitupun Iskak (Soleh Solihun) yang memperkenalkan dirinya, “Nama saya, Iskak surotirto kamandanu hadiwinoto handayaningrat tototentrem kartoraharjo barotoyudho joyowinangun, saya lahir di dalam kereta api” ucapnya dengan gestur tubuh yang sama seperti di ATEK SOK TAHUN (1976).

Film yang di produksi oleh 13 Entertaiment yang bekerja sama dengan Ideosource Entertaiment dan Dirgahayi Production, untuk mengenang 15 tahun meninggalnya Ateng, didukung oleh Julie Estelle (Cemplon), Surya Saputra, Unique Priscilla, Catherine Wilson dan Rohana Srimulat.

Film LAGI-LAGI ATENG bukanlah film remake maupun reborn. Film ini mengisahkan Ateng anak Ndoro Ningrat dan Iskak sahabatnya sejak dari kecil untuk pertama kalinya datang ke Jakarta, mengalami gegar budaya dan gagap teknologi ketika mereka menginap di suatu hotel mewah yang modern. Di situ, tanpa disangka, Ateng bertemu dengan Agung yang bentuk tubuh dan wajahnya sama. Saya pikir, Ateng kembar itu sekedar cerita yang sudah sering difilmkan, tapi saya kecele. Dari sini pula cerita tentang sebuah keluarga dirunut untuk menjadi keluarga yang utuh dan harmonis, dengan lika-liku konflik rumah tangga yang lucu dan mengharu birukan perasaan, saat melihat akting mereka menguras air mata. Dari sini juga, kita bisa melihat film dengan konsep baru drama komedi yang mengajarkan kita betapa pentingnya arti sebuah keluarga.

LAGI LAGI ATENG film drama komedi keluarga, sebaiknya dan kalau perlu, seharusnya nonton bareng keluarga, tidak hanya untuk menikmati hiburan ketawa-ketiwi atau tangis-tangisan berjamaah, tetapi untuk menjalin sekeluarga yang seutuhnya. Enggak percaya? Buktikan! Saya mengingatkan, jangan lupa masing-masing bawa tisu satu bungkus deh. Enggak cuma lucu, tapi haru. (Eki Thadan)

 

Email Autoresponder indonesia
author