banner 468x60

Warga Pekulo Berebut Isi Tumpeng Suro

569 views
banner 160x600
banner 468x60

Screenshot_2016-10-10-01-18-01-1

BANYUWANGI - Tradisi ngalap berkah warga Dusun Pekulo Desa Kepundungan Kecamatan Srono merupakan wujud rasa syukur masyarakat kepada Sang Maha Pencipta, karena atas karunia-Nya, hasil tanaman masyarakat bisa melimpah ruah.

Selain digelar sebagai wujud rasa sukur, prosesi grebeg tumpeng suro yang sudah dilaksanakan ke lima kalinya ini juga sebagai selamatan dusun untuk menolak balak.

Iring - iringan puluhan tumpeng yang ditandu para punggawa berbadan kekar berhiaskan tanaman palawija berjajar rapi diarak mengelilingi jalan di sudut - sudut kampung.

Prosesi nampak meriah saat penari Gandrung melebarkan sampurnya menari mengikuti irama gamelan.

Jalanya prosesi disambut antusias warga yang tumpah ruah disepanjang jalan, karena tradisi itu dilakasanakan hanya sekali dalam setahun untuk menyambut bulan Suro.

"Kegiatan ini diselenggarakan setahun sekali. Setiap digelar pasti ramai di kunjungi warga. Baik warga lokal maupun luar desa, " kata Beni Mustofa (45) warga setempat, kemarin.

Andre Subandrio ketua penyelenggara mengatakan, suksesnya kegiatan ini berkat keguyuban masyarakat dalam bersuwadaya.

"Masyarakat sangat antusias. Acara ini bisa berjalan sukses berkat pasrtisipasi warga, baik itu berupa dana, tenaga dan konsumsi, kegiatan ini di danai murni dari swadaya masyarakat Dusun Pekulo," terangnya.

Kata Andre, ritual ini dilaksanakan karena dimasa silam Dusun Pekulo dilanda musibah. Banyak warga yang sakit dan akhirnya meningal akibat penyakit yang melanda.

Sejak dilaksanakan ritual tersebut, beransur - ansur penyakit misterius itu sirna, dan masyarakat kembali bercocok tanam serta mendapatkan hasil yang melimpah. Sejak itulah warga melaksanakan ritual ini.

"Ini wujud syukur kami atas limpahan rejeki se ama setahun. Dulu ceritanya, banyak warga meninggal karena terserang penyakit, di daerah ini penuh dengan ular berbisa, atau 'Bek Ulo, yang sekarang menjadi Dusun Pekulo," urainya.

Pusat perhatian dalam tradisi ini saat prosesi ngalap berkah. Yang mana tumpeng raksasa 'lanang wadon' dan tumpeng - tumpeng lainnya yang baru diarak itu diperebutkan warga diakhir acara. Selain tumpeng raksasa, seribu ancak lebih juga disediakan warga dijajar disepanjang jalan untuk selamatan dusun.

Usai dibacakan doa, tak lama kemudian 'Brughhhh !!, warga berebut isi tumpeng, karena warga yakin terdapat berkah tersendiri bagi warga yang mendapatkan isi tumpeng tersebut. (yud)

Email Autoresponder indonesia
author