banner 468x60

Program Pemerintah Tidak Jelas, 56 Pegiat Budaya Kirimi Presiden Surat Terbuka

banner 160x600
banner 468x60

21852691Presiden

Akibat ketidakjelasan program pengiriman pegiat budaya 2016 ke Selandia Baru, 56 pegiat budaya seluruh Indonesia mengirimi Presiden RI, Joko Widodo surat terbuka.

Dalam surat terbuka itu, para pegiat budaya mempertanyakan kejelasan program yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI saat Anies Baswedan masih menjabat sebagai Menteri.

Sejak awal Agustus 2016 beberapa dari pegiat budaya tersebut telah berinisiatif menghubungi staf Kemendikbud melalui telepon, surel, atau kotak komentar di laman resmi kementerian tersebut. Upaya itu ditempuh karena pihak Kemendikbud takkunjung memberi kabar perihal keberangkatan.

Padahal, jika merujuk pada maklumat resmi di laman daring mereka, jadwal keberangkatan sudah dekat.

"Namun kami tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan. Satu-satunya balasan agak spesifik yang diterima teman kami di lamat surelnya adalah: kemungkinan keberangkatan akan diundur hingga Oktober 2016," demikian petikan dari surat terbuka yang diluncurkan pada Jumat, 2 September 2016.

Berikut ini salinan menyeluruh dari surat terbuka para pegiat budaya yang mempertanyakan program pengiriman 56 pegiat budaya ke luar negeri.

Kami 56 Pegiat Budaya—yang terpilih untuk dikirim ke Selandia Baru (21 Agustus-9 September 2016), melalui surat terbuka ini ingin mengungkapkan kegelisahan ini terkait ketidakjelasan pelaksanaan Program Pengiriman Pegiat Budaya ke Luar Negeri 2016 yang ditaja oleh Kemendikbud.

Bapak Presiden yang Terhormat.

Sejak awal Agustus 2016 beberapa dari kami berinisiatif menghubungi staf Kemendikbud melalui telepon, surel, atau kotak komentar di laman resmi kementerian tersebut, sebab kami tak kunjung dihubungi pihak Kemendikbud perihal keberangkatan, sedangkan bila merujuk pada maklumat resmi di laman daring mereka, jadwal keberangkatan kami sudah dekat. Namun kami tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan. Satu-satunya balasan agak spesifik yang diterima teman kami di lamat surelnya adalah: kemungkinan keberangkatan akan diundur hingga Oktober 2016.

Kami yang tergabung dalam grup WhatsApp Pegiat Budaya sungguh syok. Bukan sekadar oleh isi jawaban, namun juga pada bagaimana institusi sebesar Kemendikbud memberikan klarifikasi. Ya, kalau tidak ada yang menghubungi pihak Kemendikbud, bagaimana kami beroleh informasi pengunduran keberangkatan tersebut? Bagaimana kalau—beberapa dari—kami berinistiaf berangkat tanggal 17 Agustus ke Jakarta untuk mengikuti pembekalan sebagaimana jadwal awal yang diumumkan Kemendikbud di laman daringnya, siapa yang bertanggungjawab? Oh, betapa serampangannya pihak penyelenggara mengelola program ini—ya, bahkan sekadar memberitahu kami secara resmi tentang ketidakjelasan ini saja, Kemendikbud tidak berinisiatif!

Email Autoresponder indonesia
author