banner 468x60

Lama Vakum Trinil Ganden NDAGEL Lagi

695 views
banner 160x600
banner 468x60

20161215_222642

BANYUWANGI, Setelah lama tidak ada kabar berita, Trinil dan Ganden pelawak kondang asli Banyuwangi, Dusun Sumberagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono ini mulai aktive kembali menghibur masyarakat melalui pementasan seni Damawar Wulan.

Dari banyolannya yang memiliki ciri khas tersendiri, menjadiakan dua sosok ini banyak dikenal masyarakat luas, kususnya masyarakat Bumi Blambangan.

Mereka vakum karena mereka hijrah ke Pulau Kalimantan, di sana mereka mengembangkan kesenian Banyuwangi kepada warga kota Gandrung yang sudah menetap di Kalimantan tepatnya di Kalimantan Timur.

Usai misinya sukses memberikan bekal kesenian melalui sanggar tari, mereka memutuskan kembali ke tempat kelahirannya.

Dari kepulangannya, job menghibur masyarakat berdatangan, bahkan dalam sebulan mereka hanya istirahat selama 3 malam. Mereka mengira saking lamanya tidak aktive, warga sudah lupa dengan dua sosok dagelan ini.

Namun perkiraan keduanya malah sebaliknya, malahan job semakin banyak karena format pementasannya memilki perubahan dengan kehadiran Cipluk dalam aksi Ndagelnya tersebut.

Tentu saja dengan pementasan ketiga pelawak ini dijamin masyarakat yang menontonnya akan terbahak – bahak karena ke lucuannya, karena bahan pementasannya sudah dipersiapkan sebelumnya.

“Cipluk ini anak perempuan saya, dia sekerang satu pentas dengan saya setelah lama menjadi tandak janger,” terang Toto Guntoro (60) alias Ganden, kemarin.

Ketiga pelawak ini memilki ciri khas masing – masing, Miswati (55) alias Trinil memiliki kemampuan menyanyi Gending Banyuwangi berversi Gandrung, Ganden sebagai Boom lawakan dan, Ely Ermawati (29) yang menjadi super Boomnya.

“Boom itu seorang dagelan yang menjadi sorot tertawaan penonton,” kata Trinil.

Menurut Ely, alias Cipluk, ketiga pelawak ini adalah satu keluarga, Trinil itu ibu kandungnya, sedangkan Ganden adalah ayah kandungnya.

“ Kami adalah satu keluarga,” ujarnya.

Ketiga pelawak ini tidak terpacu pada satu rombongan janger, mereka bisa di bon rombongan kesenian Damar Wulan mana saja jika dibutuhkan. Bahkan warga yang punya hajat ingin membutuhkan ketiga dagelan ini meraka akan datang memenuhi undangan dari warga.

“Tidak harus mentas di janger, dalam format musik campursari dan jaranan kami juga siap. Intinya kami kembali aktive untuk menghibur masyarakat Banyuwangi,” pungkas Toto Guntoro, sembari menutup perbincangan CFI. (yud)

 

Email Autoresponder indonesia
author